Teknik untuk mengontrol emisi partikel semua didasarkan pada penangkapan partikel sebelum dilepaskan ke atmosfer. Metode yang digunakan untuk mencapai tujuan tersebut dipengaruhi oleh ukuran partikel. Beberapa alat yang digunakan untuk tujuan tersebut diantaranya sistem ruang pengendap gravitasi, kolektor siklon, penggosok/sikat basah dan presipitator elektrostatik. Dalam ruang pengendapan gravitas, aliran gas dilalukan ke dalam ruangan yang cukup besar sehingga velositas gas akan menurun dan waktu tinggal didalam ruangan tersebut cukup lama untuk mengendapkan debu. Biasanya ukuran partikel lebih dari 50 mikron yang dapat dilakukan dengan cara ini. Sedangkan untuk ukuran yang lebih kecil tidak praktis untuk menggunakan cara ini. Sistem kolektor siklon digunakan berdasarkan kenyataan bahwa gas yang mengalir menurut spiral berputar menghasilkan tenaga sentrifugal terhadap partikel tersuspensi sehingga partikel terdorong keluar dari aliran gas kedinding tabung dimana partikel tersebut dikumpulkan. Unit semacam ini mempunyai efisiensi pembersihan sebesar 95 % untuk partikel dengan ukuran diameter antara 5 – 20 mikron. Alat pembersih yang menggunakan cairan (air) untuk membantu menghilangkan kontaminan padatan, cairan, atau gas disebut penggosok / sikat basah (wet scrubber). Efektifitas alat semacam ini dipengaruhi oleh tingkat kontak dan interaksi antara fase cairan dengan kontaminan yang akan dibersihkan . Cara lain adalah dengan melalukan cairan menurun melalui suatu bed yang dipak dalam tabung, sedangkan gas yang berisi partikel digerakkan dari arah berlawanan, yaitu naik melalui bed tersebut (Stripper) Sistem presipitator elektrostatik didasarkan pada kenyataan bahwa partikel yang bergerak melalui suatu bagian yang mempunyai potensial elektrostatik tinggi mempunyai tendensi untuk bermuatan , dimana partikel – partikel tersebut kemudian akan tertarik ke bagian lain yang muatannya berlawanan dimana partikel tersebut akan mengumpul